• Oktober 30, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Penyebab Lansia Sulit Menahan Buang Air Kecil. Foto: CGN089/Shutterstock
Memasuki usia lanjut, kemampuan tubuh lansia umumnya mengalami penurunan. Mulai dari penglihatan yang berkurang, hingga sulit menahan buang air kecil. Kakek nenek si kecil juga mengalami hal itu, Moms?

Populasi lansia di Indonesia mencapai sekitar 18 juta jiwa, atau sekitar 7,8% dari total populasi penduduk. Banyak dari mereka menderita penyakit degeneratif, yang menjadikannya bergantung pada perawatan orang lain. Salah satu tantangan kesehatan yang sering dihadapi oleh lansia adalah inkontinensia urine.

Inkontinensia Urine (IU) merupakan kondisi hilangnya kendali kandung kemih yang menyebabkan seseorang buang air kecil atau besar tanpa memperhitungkan waktu dan tempat yang sesuai. Diperkirakan sekitar 24,6% lansia di Indonesia memiliki riwayat penyakit kronis, dan di antara mereka, 15-20% menderita inkontinensia urine. Prevalensi kondisi ini cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.

Meskipun inkontinensia urine sebenarnya tidak mengancam jiwa, namun kondisi tersebut berdampak besar pada kualitas hidup lansia. Itu karena, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan sosial dan psikologis.

Dokter Spesialis Urologi Siloam Hospitals ASRI, dr. Kindy Aulia,Sp. U, mengatakan, kondisi inkontinensia urine pada lansia bukan kondisi normal.

“Bukan kondisi normal, tapi suatu masalah. Dan usia lanjut bukan penyebab inkontinensia urine, tetapi faktor predisposisi. Jadi, pertambahan usia memang meningkatkan risiko seseorang mengalami inkontinensia urin, tapi bukan secara langsung sebagai penyebab,’’ kata Dokter Kindy dalam peluncuran Parenty “Softness of Love”, di Jakarta, Kamis (26/10).

Ilustrasi lansia. Foto: Getty Images

Lantas, kenapa seseorang yang bertambah usia bisa mengalami inkontinensia urine?

‘’Dengan bertambahnya umur, dia mengalami penuaan, lalu terjadi perubahan baik pada organ secara anatomi maupun fungsional, baru akhirnya seseorang bisa mengalami gangguan fungsi berkemih,’’ ujarnya.

Beberapa penyebabnya yaitu:

-Kapasitas kandung kemih menurun

-Kemampuan kontraksi kandung kemih menurun

-Penutupan katup uretra melemah

-Risiko pembesaran prostat jinak meningkat

-Peningkatan produksi urin di malam hari

-Penurunan fungsi persarafan

-Penurunan imunitas/daya tahan tubuh

Cara Bantu Lansia yang Alami Inkontinensia Urine

Peran keluarga yang sangat penting dalam membantu kakek nenek si kecil menghadapi inkontinensia urine. Keluarga dapat berperan dalam mengubah pola hidup seperti penurunan berat badan, berhenti merokok, dan mulai melakukan aktivitas fisik.

Selain itu, keluarga juga bisa membantu untuk menjaga kesehatannya, misalnya dengan menyediakan menu makanan yang sehat, menjaga kebersihan, atau mengingatkan mereka untuk konsumsi obat yang diperlukan sesuai jadwal dan dosisnya.

Pendiri dan Inisiator GOlansia, Dr. Abidinsyah Siregar,DHSM,MBA,MKes, menambahkan, soal pentingnya keterlibatan lansia dalam komunitas. Bergabung dalam komunitas lansia dapat menjaga mereka tetap aktif dan produktif, memberi mereka peluang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan.

“Untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, maka berpartisipasi di komunitas lansia dapat membuat mereka tetap aktif dan produktif karena mendapatkan kesempatan untuk melakukan beragam kegiatan. Kemudian, para lansia juga diharapkan meluangkan waktu untuk berolahraga, minimal berjalan 30 menit setiap hari serta rutin berkomunikasi dengan keluarga supaya tetap bahagia,’’ katanya.

‘’Karena itu akan membantu kognitifnya tidak berhenti, tidak jadi pikun. Dengan mereka bertemu dengan temannya, akan nostalgia dan menghidupkan kembali seluruh sistemnya. Jadi, bergerak, bertemu, berkomunikasi,’’ pungkasnya.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *