• Oktober 23, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi pistol menembak. Foto: Shutterstock
Ilustrasi pistol menembak. Foto: Shutterstock

Polres Jakarta Barat menangkap 6 pelaku perampokan spesialis minimarket dan sepeda motor yang kerap beraksi di Jakarta Barat. Komplotan ini telah menggasak 3 minimarket dan membawa kabur 16 motor curian.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Syaduddi mengatakan, pelaku mengincar minimarket yang hendak tutup. Umumnya, mereka beraksi sekitar pukul 23.00 WIB.

"Jadi rentang waktunya jam 19.00 WIB malam mereka melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor, kemudian selang beberapa jam kemudian antara pukul 23.00 sampai pukul 24.00 sebelum minimarket tersebut tutup," kata Syaduddi di Mapolres Jakbar, Senin (23/10).

Dari 3 minimarket yang mereka rampok, lanjut Syaduddi, mereka telah merampok uang Rp 65.031.000. Setiap beraksi mereka selalu menggunakan senjata api.

Berikut 3 minimarket yang mereka rampok di Jakarta Barat:

  • Alfamart Peta Barat 2 Rt.01/07 Kelurahan. Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Insiden pada 10 September 2023.

  • Indomaret Perumahan Taman Palem Lestari Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Peristiwa pada 11 September 2023.

  • Alfamart Jalan Kembangan Utara N47 Rt.02/01, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Peristiwa 17 September 2023.

Identitas keenam pelaku yakni bernama Toto alias Rendi (27), Agus alias Asep (33), Rosid (28), Mahpud alias Apet (35), Nursaad alias SAAD (26), dan Kris Wanto alias Krisna (25).

Para pelaku ini ditangkap di lokasi berbeda yakni di Pelabuhan Bakauheni, Jalan Pelabuhan Bakauheni Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Curi 16 Sepeda Motor di Jakarta Barat

Selain merampok minimarket, kelompok ini juga mencuri motor. Lokasi kejahatannya juga di Jakarta Barat.

"Lalu pelaku mengambil barang-barang berharga yang ada di toko tersebut baik itu berupa uang tunai, rokok, dan juga sepeda motor milik karyawan," tutur Syahduddi.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 1 pucuk senjata api rakitan dan 6 butir peluru tajam kaliber 5,56mm.

Atas perbuatannya mereka dijerat dengan Pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun. Lalu Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan pidana maksimal 20 tahun penjara dan Pasal 363 Ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara serta Pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

"Uang hasil kejahatan ini digunakan oleh para pelaku untuk keperluan pribadinya masing-masing. Ya bisa foya-foya bisa juga untuk memenuhi keluarganya, pengakuannya seperti itu," tutup Syahduddi.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *