• Oktober 23, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Perkembangan Daulah Usmaniyah. Sumber: pexels.com
Bicara soal sejarah Islam tentu tidak terlepas dari adanya Daulah Usmaniyah. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap muslim untuk mengetahui dan memahami perkembangan Daulah Usmaniyah menurut sejarah Islam.

Selain dapat meningkatkan wawasan keislaman seseorang, pengetahuan seperti ini juga dapat membuat umat muslim lebih mengenal sejarah peradaban Islam sejak zaman dahulu. Jadi, tak ada salahnya untuk memahami sejarah perkembangan dari Daulah Usmaniyah tersebut.

Perkembangan Daulah Usmaniyah

Perkembangan Daulah Usmaniyah. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku The Untold History of Ottoman: Menelusuri Daulah Islamiyah Terbesar di Dunia & Pemerintahannya, Prof. Dr. Mehmet Maksudo─člu (hal 137), perkembangan Daulah Usmaniyah berawal dari keturunan suku Kabilah di Turkmenistan pada abad ke-12. Mereka adalah pengembara dari Kurdistan ke Anatolia.

Pengembara tersebut dipimpin oleh Raja Ertugrul dan anaknya, yakni Usman I yang pindah untuk menghindari serangan dari Mongol di bawah Jenghis Khan. Kemudian rombongan mereka akhirnya menetap di Kota Athlah, di bagian timur Turki dan bergabung dengan Dinasti Saljuk.

Akhirnya, mereka membantu DInasti Saljuk untuk melawan Romawi hingga memenangkan pertempuran dan dihadiahi sebidang tanah di barat Anatolia. Selain itu, Raja Ertugrul juga diberi wewenang untuk meluaskan wilayahnya hingga mendekati Romawi.

Adapun masa kejayaan Daulah Usmaniyah sendiri berawal saat Sultan Selim I memerintah pada abad ke-16. Selim I fokus pada perluasan wilayah ke selatan Turki hingga berhasil menguasai Baghdad, Kairo, dan sisa-sisa kekuasaan Byzantium.

Setelah Selim I wafat, ia digantikan oleh Sultan Suleiman I pada 1520 hingga berhasil menguasai Lembah Sungai Nil sampai ke Gibraltar. Sayangnya, saat itu Maroko tidak berhasil dikuasai.

Kemudian Daulah Usmaniyah juga menjalankan roda pemerintahan yang sangat menghargai agama. Salah satu buktinya dapat terlihat ketika Suleiman I membuat undang-undang bagi rakyat dari berbagai golongan.

Hal inilah yang kemudian membuat Suleiman I diberi gelar Al Qanuni, yang berarti ahli penyusun undang-undang. Tak hanya itu saja, di masa kejayaannya, Daulah Usmaniyah juga mengedepankan sikap toleransi terhadap keberagaman agama.

Menariknya lagi, di era Suleiman I, ajaran agama Islam berkembang begitu pusat. Bahkan hal ini berdampak dengan perkembangan kebudayaan, perdagangan, dan juga ilmu pengetahuan.

Demikian uraian tentang perkembangan Daulah Usmaniyah menurut sejarah Islam yang menarik untuk diketahui setiap muslim. (Anne)

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *