• Februari 10, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

PT Pertamina (Persero) melalui Program Hutan Pertamina terus menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan, pemberdayaan, dan penyerapan emisi karbon.

Melalui program ini, Pertamina menanam enam juta pohon lebih. Jutaan pohon itu dijalankan dalam 267 program penanaman di seluruh wilayah operasi perusahaan dengan luas mencapai 629 Ha, terdiri dari 433 Ha Mangrove dan 196 Ha pohon daratan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan program ini sejalan dengan komitmen Pertamina terhadap ESG (Lingkungan Hidup, Sosial, Tata Kelola) dan target Pemerintah untuk mencapai Emisi Nol Bersih (NZE) pada tahun 2060.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

“Mangrove dan pepohonan daratan memiliki peran besar sebagai penyerap dan penyimpan karbon sekaligus memiliki fungsi untuk mencegah abrasi laut dan mengurangi dampak bencana gelombang tsunami,” ujar Fadjar dikutip Sabtu (10/2).

Menurut Fadjar, pada periode 2018-2023, Pertamina telah menanam 3,2 juta pohon mangrove yang tersebar di Sumatera (269.504), Kalimantan (2,07 juta), Jawa (298.530), Sulawesi (33.333), Bali, NTT & NTB ( 211.334) dan Maluku-Papua (288.111).

Program Hutan Pertamina, imbuh Fadjar, selain memberikan manfaat dalam pengurangan emisi juga telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Sebanyak 4.783 penerima manfaat telah merasakan dampak ekonominya dengan pendapatan kelompok mencapai Rp 1,8 juta per tahun.

Perhutanan Sosial merupakan inovasi dalam pelestarian hutan yang dijalankan Pertamina bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Program yang dimulai sejak pertengahan tahun 2023 ini bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Perhutanan Sosial dijalankan dengan sistem pengelolaan Hutan Lestari yang dilaksanakan di kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya.

Bentuknya bisa Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Taman Rakyat, Hutan Adat dan Kemitraan Kehutanan. Pada tahun 2023, Pertamina telah menjalankan Program Perhutanan Sosial di enam wilayah yakni Tanggamus (Lampung), Maros (Sulawesi Selatan), Bandung, Indramayu (Jawa Barat), Jembrana (Bali), dan Tarakan (Kalimantan Utara).

Sebagai contoh program kolaborasi Perhutanan Sosial di Ulubelu yang merupakan binaan Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu bersama Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Margo Rukun Bestari,

Dalam satu tahun ini, beberapa program pendampingan telah dilaksanakan, diantaranya edukasi kepada 704 orang petani terkait pengelola Hutan Kemasyarakatan, pembibitan 8.000 Tanaman Indigofera dan 10.000 Tanaman MPTS (Tanaman Kayu Multiguna).

Selain itu pendampingan juga dilaksanakan pada kelompok kopi Beloe, dimana produk kopi tersebut merupakan salah satu produk unggulan kopi di Ulubelu, yang telah berhasil melakukan penjulan sampai ke luar daerah dengan omzet senilai Rp85.440.000 / tahun.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada pencapaiannya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Lingkungan, Sosial & Tata Kelola (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

(dalam)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *