• Oktober 18, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA-

JAKARTA – Indonesia berupaya memacu transisi energi dengan memperbanyak energi terbarukan di Tanah Air. Salah satunya yang dilakukan dengan mempensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ida Nuryatin Finahari mengatakan, peran PLTU sangat signifikan dalam rencana mencapai Net Zero Emission (NZE) di 2060.

Di mana PLTU diharapkan pensiun seiring berjalannya waktu, dan pembangunan PLTU yang baru dibatasi.

Sebagai gantinya, Indonesia akan berfokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu dan sumber energi terbarukan lainnya.

“Ini mencakup pengembangan PLTB yang lebih luas dan upaya maksimal dalam penggunaan energi terbarukan,” ujar Ida Nuryatin pada Konferensi Pers Hari Listrik Nasional ke-78, Rabu (18/10/2023).

Pengurangan emisi melalui PLTB adalah salah satu inisiatif utama yang akan berdampak besar dalam mencapai target NZE.

Sebab, PLTB yang menggunakan tenaga angin, telah berkembang pesat di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini adalah bagian integral dari rencana memasok energi bersih ke dalam bauran energi Nasional,” ujarnya.


Follow Berita Okezone di Google News


Peta jalan NZE sektor energi Indonesia menargetkan pengurangan emisi sebesar 93% dari tingkat awal dan juga optimalisasi pasokan energi menggunakan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) serta efisiensi dalam penggunaan energi.

Selain itu, elektrifikasi, penggunaan kendaraan listrik, kompor induksi, dan aplikasi teknologi terkini dalam pertanian juga menjadi fokus penting dalam mencapai NZE.

“Saat ini, kita bergerak ke arah energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dengan PLTU yang pensiun dan pengembangan PLTB yang kuat, kami berada pada jalur yang benar menuju net zero emission,”ujarnya.

Sumber energi lain seperti hidrogen dan amonia juga menjadi bagian penting dalam strategi NZE 2060. Pengembangan sumber energi baru ini akan membantu menggantikan penggunaan gas.



Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *