• Oktober 27, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Dirkrimum Kombes Pol Hengki di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/7/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus jatuhnya seorang pria petugas imigrasi berinisial TS (23), dari lantai 19 Apartemen Metro Garden, Parung Jaya, Karang Tengah, Kota Tangerang. Pria itu jatuh pada Jumat (27/10) dini hari.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan seorang pria WN Korsel berinsial KH. Dia ada di unit apartemen tempat TS jatuh.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, keduanya terekam CCTV masuk ke kamar bersama. Sempat terdengar keributan dari kamar mereka sebelum korban ditemukan tewas.

“CCTV kita ada, bahwa dua orang ini masuk ke dalam kamar apartemen yang sama,” jelas Hengki saat dijumpai di Mapolda Metro Jaya pada Jumat (27/10).

“Pada saat itu keterangan saksi-saksi bahwa sebelumnya [sebelum ditemukan jatuh] terjadi suara pecahan kaca, tidak lama kemudian terjadi suara yang sangat besar,” sambungnya.

Polisi masih menyelidiki kasus ini termasuk keterlibatan WN Korsel tersebut. Berbagai pihak dilibatkan untuk membuat terang perkara ini.

“Mendalami apakah ada jejak-jejak DNA pelaku di tangan korban, di tubuh korban, di baju dan sebagainya, karena memang dalam apartemen hanya dua orang,” kata Hengki.

Ilustrasi Apartemen. Foto: Aditia Noviansyah

Lebih jauh, Hengki menerangkan WN Korsel berinisial KH pernah ditahan di Rumah Detensi Imigrasi Kalideres. Dia ditahan karena melanggar urusan Imigrasi.

“Pelanggaran imigrasi kemudian dideportasi kemudian kembali ke Jakarta, tapi dengan dokumen lengkap,” kata Hengki.

Sementara TS (23), diungkapkan Hengki, adalah petugas imigrasi yang bekerja di tempat KH ditahan.

“Setelah diidentifikasi merupakan petugas imigrasi Rumah Tahanan Detensi Kalideres Jakarta Barat,” tutupnya.

Meski begitu polisi belum bisa menyimpulkan hubungan keduanya. Penyelidikan masih terus dilakukan.

WN Korsel Sempat Lawan Petugas

Kasus ini terjadi pada Jumat (27/10) sekitar pukul 03.00 WIB. KH diamankan petugas 5 jam setelah TS ditemukan tewas. Dia sempat melawan petugas ketika hendak diamankan.

“Saat kita tadi mengamankan, yang bersangkutan sebelumnya sempat mengancam satpam dan sebagainya dengan senjata tajam dan kemudian mengurung diri di dalam sehingga kita datangkan tim negosiator, kemudian dari Gegana,” ujar Hengki.

Melalui negosiasi itu, KH mau menyerahkan diri ke polisi. Ia lalu diamankan ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa.

“Dengan negosiasi, yang bersangkutan mau menyerahkan diri didampingi kedutaan dari Korea dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya,” kata Hengki.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *