• Oktober 29, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Benjamin Netanyahu klaim menang pemilu Israel. Foto: Jack GUEZ / AFP
Benjamin Netanyahu klaim menang pemilu Israel. Foto: Jack GUEZ / AFP

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, membuat kegemparan di dalam kabinet perangnya. Menyindir para kepala intelijennya, dia mengaku tidak pernah diperingatkan soal rencana serangan berskala masif Hamas ke wilayah selatan Israel awal Oktober lalu.

Namun, Netanyahu tak lama kemudian menarik kembali ucapannya dan mengeluarkan permintaan maaf — mengaku dirinya keliru.

Dikutip dari Reuters, sindiran Netanyahu disampaikan dalam sebuah postingan di platform X, Minggu (29/10) dini hari. Namun, postingan itu kini sudah dihapus.

"Tidak ada waktu dan tahap apa pun yang diberikan kepada Perdana Menteri Netanyahu mengenai niat perang Hamas," bunyi postingan tersebut.

"Sebaliknya, semua pejabat keamanan, termasuk kepala intelijen militer dan kepala Shin Bet, memperkirakan bahwa Hamas telah jera dan tertarik untuk berdamai," tambahnya.

Aksi tentara Hamas Palestina saat menggunakan Paralayang. Foto: Dok. Istimewa
Aksi tentara Hamas Palestina saat menggunakan Paralayang. Foto: Dok. Istimewa

Komentar awal Netanyahu langsung menuai teguran dari sekutu-sekutunya — termasuk dari oposisi, Benny Gantz, yang kini digandeng menjadi anggota kabinet perang Netanyahu.

Komentar itu juga mengundang amarah publik, yang memandang Netanyahu tidak bertanggung jawab atas kegagalan intelijen untuk memprediksi rencana serangan Hamas.

Padahal, intelijen dan militer Israeli Defense Forces (IDF) dikenal sebagai salah satu yang terkuat di dunia.

Dalam postingan di platform X, Gantz mengatakan Netanyahu harus menarik kembali ucapannya dan membiarkan 'kegagalan' itu sebagai pelajaran.

"Ketika kita berperang, kepemimpinan harus menunjukkan tanggung jawab, memutuskan untuk melakukan hal-hal yang benar dan memperkuat pasukan sedemikian rupa sehingga mereka dapat melaksanakan apa yang kita tuntut dari mereka," ujar Gantz.

'Saya Keliru'

Netanyahu tampaknya mengindahkan kritik dari Gantz dan sekutu-sekutunya. Sekitar 10 jam sejak Netanyahu memposting komentar awal, dia kemudian menyampaikan permintaan maaf.

"Saya keliru. Hal-hal yang saya katakan setelah konferensi pers tidak seharusnya saya katakan dan saya meminta maaf untuk itu," tulis Netanyahu.

Tentara Israel berkumpul di lokasi serangan terhadap Festival Nova oleh Hamas dari Gaza, di dekat perbatasan Israel dengan Jalur Gaza, di Israel selatan, Kamis (12/10/2023). Foto: Ilan Rosenberg/REUTERS
Tentara Israel berkumpul di lokasi serangan terhadap Festival Nova oleh Hamas dari Gaza, di dekat perbatasan Israel dengan Jalur Gaza, di Israel selatan, Kamis (12/10/2023). Foto: Ilan Rosenberg/REUTERS

"Saya memberikan dukungan penuh kepada semua kepala bagian keamanan. Saya memperkuat Kepala Staf dan para komandan serta prajurit IDF yang berada di depan dan berjuang untuk rumah itu. bersama-sama kita akan menang," sambung dia.

Ketika ditanya soal komentar Netanyahu, juru bicara IDF menolak memberikan tanggapan. "Kami sekarang sedang berperang, fokus pada perang," ujarnya.

Para pejabat Israel juga menambahkan, segala peristiwa yang terjadi sebelum dan termasuk saat menghadapi serangan Hamas di awal itu sendiri akan diselidiki. Namun, kata mereka, fokus saat ini adalah untuk berperang.


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *