• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, AKP Andri Gustami. Foto: Dok. Istimewa
Mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, AKP Andri Gustami. Foto: Dok. Istimewa

Eks Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, AKP Andri Gustami, dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena keterlibatannya dalam jaringan narkoba internasional Fredy Pratama.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadillah Astutik mengatakan, keputusan itu diambil melalui sidang Kode Etik Polri yang digelar Kamis (19/10) mulai pukul 11.00 hingga 17.00 WIB.

"Pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH)," ujar Umi kepada wartawan.

Sidang yang dipimpin oleh Irwasda Polda Lampung Kombes Pol Budiman Sulaksono itu menghadirkan 9 orang saksi. Terdiri dari 5 anggota Polri dan 4 orang sipil. Namun tak dirinci identitasnya.

Fredy Pratama. Foto: Dok. Istimewa
Fredy Pratama. Foto: Dok. Istimewa

Dari hasil pemeriksaan, Andri dinilai terbukti bersalah lantaran menerima aliran dana sebesar Rp 1,3 miliar dari jaringan narkoba internasional Fredy Pratama.

Atas perbuatannya, Andri dinyatakan melanggar Pasal 13 ayat (1) PP Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri Juncto Pasal 5 ayat (1) huruf b, Pasal 8 huruf c angka 1 dan Pasal 13 huruf e Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

"Dari putusan PTDH tersebut pelanggar menyatakan banding," tutup Umi.

Andri ditangkap karena termasuk dalam jaringan yang juga menjerat selebgram asal Palembang, Adelia Putri Salma dan suaminya, David. Andri disebut berperan sebagai kurir spesial.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *