• Oktober 18, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Jumpa pers pengungkapan Satgas Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Bareskrim Polri, Rabu (18/10/2023). Foto: Dok. Istimewa
Jumpa pers pengungkapan Satgas Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Bareskrim Polri, Rabu (18/10/2023). Foto: Dok. Istimewa

Satgas Penanggulangan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P3GN) Polri membongkar penyelundupan sabu dan senjata api laras panjang jaringan Thailand-Indonesia. Mereka ditangkap di Aceh Timur.

"Pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti 16 kilogram sabu dan dua pucuk senjata api di kabupaten Aceh Timur,"kata Kasatgas P3GN, Irjen Asep Edi Suheri dalam jumpa pers, Rabu (18/10).

Asep menjelaskan, ada tiga orang tersangka yang ditangkap yakni berinisial MF sebagai tekong sekaligus kurir yang mengambil sabu; MSJ selaku pembantu tekong yang merangkap kurir dan MID sebagai pengawal pengiriman sabu dari Thailand ke Aceh.

Selain itu, ada dua tersangka lain yang hingga kini masih buron. Mereka berinisial TA, dan Z alias J.

Kasus ini berawal dari adanya informasi pengiriman narkoba pada September 2023 lalu. Setelah dilakukan pemantauan tepatnya pada 7 Oktober 2023, penyidik menemukan kapal nelayan Oskadon yang dicurigai membawa narkoba.

Penggeledahan kemudian dilakukan. Di sana ditemukan dua tas berisi sabu dengan total 16 kilogram dengan tiga orang tersangka.

"Selain sabu, juga ditemukan dua pucuk senjata laras panjang AR 15 dan AK 47, tiga buah magasin, 110 peluru kaliber 5,56 mm, 1 buah peredam suara senjata api, satu buah popor senjata, serta satu buah gagang senjata," beber Asep.

Dari hasil pemeriksaan, Asep menyebut, para tersangka baru saja pulang dari Wilayah Setun, Thailand Selatan, untuk mengambil sabu dan senjata dari buron berinisial TA.

Tersangka MF mengaku sudah 9 kali melakukan penjemputan itu atas perintah tersangka Z alias J warga Aceh yang masih buron.

"Jumlah senjata yang telah berhasil dibawa masuk dari Thailand ke Aceh adalah sebanyak sekitar 40 pucuk senjata, dan pada pekerjaan terakhir atau kesembilan kalinya ini, tersangka MF mengaku dijanjikan upah sebesar Rp 30 juta per kilogram sabu," jelasnya.

Selidiki Sumber Senpi

Sementara itu, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa mengatakan, pengiriman sabu dan senjata secara bersamaan merupakan modus baru.

"Jadi ini adalah modus baru bahwa senpi diselundupkan dengan sabu," ucap Mukti.

"Kami juga akan kembangkan terus apakah masih ada senpi-senpi lain yang sudah masuk. Jadi modus baru sekarang senpi diselundupkan dengan sabu," pungkasnya.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *