• Oktober 27, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Pihak PT Indobuildco melakukan pembongkaran portal di pintu masuk Hotel Sultan di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (26/10/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Pihak PT Indobuildco melakukan pembongkaran portal di pintu masuk Hotel Sultan di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (26/10/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) melaporkan PT Indobuildco ke Polda Metro Jaya, Jumat (27/10). Laporan itu terkait pembongkaran portal yang menghalangi pintu masuk Hotel Sultan.

Laporan teregister dengan nomor LP/B/6437/X/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 27 Oktober 2023. Perkara terkait Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 406 KUHP Jo Pasal 55 KUHP.

Dalam laporan itu terlapor masih lidik, namun Kuasa Hukum PPKGBK, Saor Siagian mengatakan, Pontjo Sutowo selaku pemilik PT Indobuildco, menjadi pihak yang bertanggung jawab. Sebab surat pemberitahuan untuk membongkar portal itu ditandatangani Pontjo Sutowo.

"Oleh karena itu kami meminta dan mendorong aparat penegak hukum, khususnya Polda Metro Jaya agar segera menangkap saudara Pontjo Sutowo. Karena apa, karena pasti kami duga dari surat yang ditandatangani melalui surat kuasa hukumnya meminta supaya portal itu kemudian, apa namanya, diambil dan kalau tidak akan kami rusakkan," jelas Saor di Polda Metro Jaya, Jumat (27/10).

Kuasa hukum PPKGBK Saor Siagian (kiri) dan Kharis Sucipto (kanan) membuat laporan ke Polda Metro Jaya atas pengerusakan portal. Foto: Thomas Bosco/kumparan
Kuasa hukum PPKGBK Saor Siagian (kiri) dan Kharis Sucipto (kanan) membuat laporan ke Polda Metro Jaya atas pengerusakan portal. Foto: Thomas Bosco/kumparan

Saor mengatakan, izin PT Indobuildco sudah dibekukan. Maka itu tindakan yang mereka lakukan dinilai melanggar hukum. PPKGBK, kata Saor juga memberi peringatan kepada masyarakat yang ikut terlibat dalam pengerusakan portal tersebut.

"Kasihan siapa yang disuruh melakukan pengerusakan itu, dia juga berpotensi akan juga kami minta supaya mereka ditangkap semua. Karena sampai sekarang tidak ada lagi izin tidak lagi bisa hotel beroperasi, kami minta seluruh warga masyarakat yang ada di Hotel Sultan segera meninggalkan tempat tersebut, kalau tidak, anda bisa nanti mendapatkan jerat hukum." ujarnya.

Saor menerangkan, pihaknya hari ini juga akan mengikuti gelar perkara di Polda Metro Jaya. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail perkara mana yang akan digelar penyidik.

"Hari ini kami gelar perkara untuk menindaklanjuti seluruh tindak pidana yang dilakukan oleh Indobuildco yang direktur utamanya Pontjo Sutowo," kata Saor.

PT Indobuildco Tegur PPKGBK

Pemasangan spanduk aset milik pemerintah di area Hotel Sultan kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/10/2023). Foto: Iqbal/kumparan
Pemasangan spanduk aset milik pemerintah di area Hotel Sultan kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/10/2023). Foto: Iqbal/kumparan

Sebelumnya Kuasa Hukum PT Indobuildco selaku pengelola Hotel Sultan, Yosef Benediktus Badoeda, menjelaskan pihaknya telah menyampaikan surat teguran kepada PPKGBK atas terganggunya aktivitas keluar masuk hotel karena portal yang dibangun pada 24 Oktober 2023.

Mereka menilai tindakan PPK GBK dan Setneg melanggar hukum karena memasuki pekarangan orang lain. Apalagi objek tersebut masih bersengketa di pengadilan.

Mereka juga keberatan terhadap pemasangan spanduk penyitaan aset Hotel Sultan yang dilakukan kedua lembaga.

Yosef mengeklaim portal tersebut mengganggu bisnis Hotel Sultan. Dalam surat teguran yang diteken kuasa hukum Indobuildco Amir Syamsudin dan Hamdan Zoelva, pihak perusahaan meminta PPKGBK menghormati hukum yang masih berjalan.

Selain itu, lanjut Yosef, pihak kuasa hukum PT Indobuildco juga memperingati PPKGBK untuk dalam jangka waktu 1×24 jam untuk menghentikan kegiatan pembangunan portal dan/atau membongkar portal yang sudah dibangun.

"Karena portal tersebut akan menghambat aktivitas keluar masuknya hotel, baik tamu maupun karyawan dan hari ini pihak hotel akan membongkar portal tersebut," kata Yosef, Kamis (26/10).

Duduk Perkara Sengketa Lahan

Polisi bersiaga di sekitar Hotel Sultan, Jakarta Pusat, jelang pengosongan lahan, Rabu (4/10). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Polisi bersiaga di sekitar Hotel Sultan, Jakarta Pusat, jelang pengosongan lahan, Rabu (4/10). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Sebelumnya, Pontjo Sutowo pada 2006 silam menggugat negara terkait sengketa lahan pengelolaan Hotel Sultan oleh PT Indobuildco. Gugatan terkait dengan HGB Nomor 26/gelora dan 27/gelora milik perusahaan tersebut, yang akan habis pada 3 April 2023 dan 3 Maret 2023.

Soal pengelolaan Hotel Sultan ini sudah melewati 7 kali persidangan. Pihak Indobuild berulang kali kalah di tingkat peninjauan kembali (PK). Teranyar, persidangan ke-8 di PTUN Jakarta ini, gugatan Indobuild kembali ditolak.

Tapi pihak Pontjo Sutowo tak terima putusan tersebut. Menurut kuasa hukum PT Indobuildco, Yosef, PPKGBK mengeklaim penguasaan hak atas aset Hotel Sultan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap, mulai dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, kasasi sampai empat putusan Peninjauan Kembali (PK) yang menyatakan HPL 1/Gelora atas nama Kementerian Sekretariat Negara cq PPKGBK adalah sah.

"Kita juga belum pernah mendapatkan surat penolakan. Jadi kita tidak bisa kemudian ini bilang lahan aset negara HPL nomor 1, dasarnya putusan hukum PK. Pertanyaannya, putusan PK itu yang mana?" terang Yosef.

"Kalau dibilang bahwa ada Keputusan Menteri Keuangan tentang barang milik negara nomor 169, dilihat di situ, apakah ada HGB 26 27? Tidak ada. Jadi dasarnya mereka mengeklaim ini adalah aset negara itu dari mana? Bingung juga," jelasnya.

Dengan demikian, Yosef meminta pihak PPKGBK mematuhi aturan hukum yang berlaku, dengan tetap membiarkan Hotel Sultan beroperasi dengan normal dan tidak ada pembatasan akses apa pun.

"Kita ikuti lah proses hukum ini. Jangan sampai ada tindakan-tindakan penyegelan, penutupan, segala macam, itu namanya melanggar hukum. Makanya itulah poin kita untuk lapor," pungkasnya.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *