• Maret 10, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Direktur Eksekutif Institut Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (INDEF) Esther Sri Astuti memberikan pandangan terkait nasib Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di zamannya Prabu Subianto jika kelak terpilih jadi presiden.

Prabowo berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan IKN. Kendati demikian, Esther mengatakan prosesnya akan tetap tidak mudah.

Esther memilih perpindahan ibu kota itu bukan hal yang sederhana. Ia mengatakan para aparatur sipil ikut negara (ASN) akan pindah ke IKN, tentu keluarga ASN pun biasanya pindah. Untuk menampung mereka, pembangunan infrastruktur juga harus dikembangkan.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

“Nanti anggarannya kan tidak hanya untuk membangun gedung, tetapi harus infrastruktur (lainnya), penyiaran, dan seterusnya,” tutur Esther dalam Podcast Money Honey WK MEDIA tayang Jumat (8/3).

Tak berhenti sampai di situ, saat ibu kota pindah, tentu sistem pun akan pindah. Menurut Esther, hal ini tidak efektif. Apalagi jika dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi.

Dia juga salah teori Pertumbuhan Lambat yang menyatakan salah tiga faktor pertumbuhan ekonomi adalah pembangunan sumber daya manusia, modal, dan penguasaan teknologi. Pembangunan IKN tidak begitu genting dibandingkan tiga faktor itu.

Soal investasi, Esther menilai asing sebenarnya tertarik untuk berinvestasi di IKN. Terlebih lagi, Indonesia merupakan destinasi negara untuk berinvestasi terfavorit setelah China dan Vietnam. Namun, masih ada sejumlah permasalahan yang membuat mereka maju-mundur.

Permasalahan itu, imbuh Esther, seperti pembangunan infrastruktur yang belum merata hingga kepastian hukum.

“Masih tidak pasti hukumnya, regulasinya. Ganti menteri, ganti regulasi. Ganti presiden, ganti ini-itu” jelas Ester.

Memang benar, pemerintah memberikan insentif pajak kepada investor asing. Namun, ia melihat masih banyak investor yang kebingungan dalam cara mengajukannya.

“Nah seperti itu, yang membuat kita sekarang masih relatif tertinggal dari China dan Vietnam,” tutup Esther.

[Gambas:Video CNN]

(mrh/pta)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *