• Januari 17, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Perusahaan informasi teknologi asal Jerman, GETAHkasus terseret suap terhadap sejumlah pejabat Indonesia dan Afrika Selatan (Afsel).

Hal itu terungkap setelah Kementerian Kehakiman AS yang meminta SAP membayar denda US$220 juta atau setara Rp3,4 triliun karena terbukti memberikan suap tersebut.

Untuk Indonesia, penyuapan itu terjadi pada periode 2015 dan 2018 melalui sejumlah agen SAP hingga para pejabat Indonesia.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Suap itu diberikan demi mendapatkan keuntungan bisnis terkait dengan berbagai kontrak antara SAP dan kementerian, lembaga, dan instrumen lain, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (Bakti Kominfo).

Lalu, seperti apa profil SAP?

System Analyze Programmentwicklung (SAP) merupakan salah satu perusahaan piranti lunak ternama di dunia.

Berdasarkan situs resmi perusahaan, SAP Didirikan pada 1 April 1972 oleh lima mantan karyawan IBM yaitu Dietmar Hopp, Hasso Platter, Claus Wellenreuther, Klaus Tschira, dan Hans-Werner Hector.

Perusahaan yang berkantor pusat di Walldorf, Jerman ini menyediakan piranti lunak untuk kepentingan perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) atau sistem informasi terintegrasi untuk kepentingan perencanaan maupun aktivitas bisnis.

Selain itu, perusahaan juga menawarkan layanan komputasi awan (layanan awan).

Per tahun 2023, perusahaan mempekerjakan sekitar 106 ribu karyawan. Dengan mitra lebih dari 24 ribu entitas di seluruh dunia, SAP meraup 29,52 miliar euro atau sekitar Rp501,84 triliun (asumsi kurs Rp17 ribu per euro) pada tahun 2022.

Pada Indeks Keberlanjutan Dow Jones, perusahaan menduduki peringkat pertama selama 16 tahun berturut-turut.

[Gambas:Video CNN]

(sfr/agt)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *