• Maret 27, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mencatatkan nilai komitmen pembiayaan dan investasi perusahaan sebesar Rp137,7 triliun per Desember 2023.

Di sisi lain pada tahun lalu PT SMI telah memberikan kontribusi pada beban pembiayaan dan investasi pembangunan proyek infrastruktur senilai Rp 727,3 triliun.

“Komitmen pembiayaan dan investasi Rp137,7 triliun. Kalau kita lihat di situ, kita sebenarnya terlibat dalam proyek itu lebih dari Rp720 triliun, karena sebanyak pembiayaan yang dilakukan secara bersama-sama,” tutur Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad dalam acara media briefing di Kantor PT SMI, Jakarta Pusat, Rabu (27/3).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Berdasarkan paparannya, sebaran komitmen sebesar Rp137,7 triliun termasuk untuk badan usaha sebesar Rp93,7 triliun, investasi sebesar Rp4,5 triliun, dan untuk publik Rp39,4 triliun.

Ia memperkirakan sebaran pembiayaan untuk proyek sebesar Rp727,3 triliun yang digelontorkan untuk badan usaha sebesar Rp592,4 triliun, Rp93,8 triliun untuk investasi, dan untuk publik sebesar Rp41,1 triliun.

Direktur Pembiayaan dan Investasi Sylvi J Gani mencatat angka pembiayaan dan investasi perseroan yang beredar adalah senilai Rp91,3 triliun.

“Untukoutstanding tentunya ada peningkatanoutstanding atau pertumbuhan data terhadap badan usaha, di mana di akhir Desember 2023outstanding dari badan usaha mencapai Rp56,4 triliun danoutstanding pemda (pemerintah daerah) mencapai Rp28,6 triliun,” kata dia.

Sementara pencairan bruto perseroan tahun 2023 adalah Rp15,3 triliun, yang terdiri dari pencairan ke badan usaha senilai Rp15 triliun dan ke pemda sebesar Rp255 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Darwin Trisna Djajawinata menyampaikan pendapatan perusahaan melonjak sebesar 22,8 persen pada tahun lalu. PT SMI membukukan pendapatan senilai Rp7,6 triliun, meningkat dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp6,2 triliun.

“Laba itu tumbuh positif dan pertumbuhannya relatif cukup tinggi di atas 20 persen. Dan ini juga mungkin diimbangi oleh operasional pembangunan yang meningkat juga di sekitar 32 persen,” tutur Darwin.

Pendapatan kotor perseroan pada tahun 2023 juga naik dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar 21,4 persen, dari posisi Rp31, triliun menjadi Rp3,8 triliun.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *