• Oktober 21, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Christine Sinclair Foto: Asano Ikko/AFP
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa sepak bola wanita di level internasional, Christine Sinclair, resmi mengumumkan gantung sepatu dari Timnas Wanita Kanada. Kabar tersebut disampaikan langsung melalui media sosial pribadinya pada Jumat (20/10).

Dalam sebuah unggahan dari akun Instagram Sinclair, @c_sinc12, tampak sepasang sepatu sedang digantung dengan tali yang diikat satu sama lain. Menandakan bahwa Christine Sinclair memang betul-betul pensiun dari kariernya bersama Timnas Wanita Kanada.

“Sejujurnya, kamu tidak bisa bermain (sepak bola) selamanya,” kata Sinclair kepada Reuters yang dikutip dari The Guardian, Sabtu (21/10). “Dan sepertinya, ini adalah saat yang tepat untuk dilakukan,” imbuhnya kemudian.

Kendati demikian, Christine Sinclair dikabarkan masih tetap bertahan dengan klubnya saat ini, Portland Thorns. Ia bahkan berencana akan memperkuat Portland di National Women’s Soccer League (NWSL) pada musim depan.

Di Olimpiade Tokyo 2020, Christine Sinclair turut serta membantu Kanada saat timnya memenangkan medali emas. Ia kemudian memutuskan untuk terus bertahan di timnas dengan harapan dapat mengantarkan Kanada jadi juara Piala Dunia Wanita.

Namun sayang, harapan itu tidak bisa terealisasikan setelah Kanada dibantai 4-0 oleh tim tuan rumah, Australia. Akibatnya, Sinclair dkk hanya finis di posisi tiga klasemen akhir Grup B dengan catatan empat poin.

“Saya tidak bisa menjadikan pertandingan di Australia itu sebagai laga terakhir yang saya mainkan untuk Kanada. Jadi, penting untuk menjadi bagian dari grup yang berusaha lolos ke Paris, untuk bisa tampil lebih baik daripada Piala Dunia,” ungkap Sinclair.

Kanada lolos ke Olimpiade Paris 2024 setelah memetik kemenangan atas Jamaika dengan agregat 4-1 pada 26 September kemarin. Usai laga tersebut berakhir, Sinclair pun menangis haru sambil memeluk rekan satu timnya. Pada malam itu juga, ia memberi tahu sang pelatih, Bev Priestman, tentang keputusannya untuk pensiun.

“Saya masih bersemangat untuk pergi berlatih. Saya masih memiliki hari libur dan seperti, ‘apa yang bisa saya lakukan jika hari itu bukan hari libur?’ Saya pikir, saya akan selalu bersemangat seperti itu,” ujar Sinclair.

Namun, kegembiraan mulai menyelimuti Sinclair ketika musim liburan dan jeda kompetisi tiba. Saat itu, ia merasa senang dan puas setelah menghabiskan waktu bersama keluarganya dan pergi berlibur.

“Hal-hal seperti itu belum pernah saya lakukan sejak masih kuliah. Keponakan-keponakan saya sudah semakin besar, dan saya ingin menghabiskan waktu bersama mereka,” ungkap Sinclair.

Pemain yang kerap disapa “Sincy” atau “Sinc” oleh rekan-rekannya itu masih tetap melakoni sejumlah pertandingan bersama Timnas Kanada, tepatnya ketika mereka menghadapi Brasil di pertandingan persahabatan pada pekan depan. Laga tersebut rencananya akan dihelat di Montreal, Kanada, pada Sabtu (28/10).

Federasi Sepak Bola Kanada (Canada Soccer) juga diperkirakan akan menggelar sepasang pertandingan perpisahan di pantai Barat Kanada selama jeda internasional, terhitung sejak 27 November sampai 5 Desember 2023.

Christine Sinclair, pemain bola wanita Timnas Kanada. Foto: Daniel Stiller / BILDBYRAN via Reuters

Ratu Gol dengan Segudang Prestasi Gemilang

Christine Sinclair pertama kali bergabung di Timnas Kanada sejak masih berusia 16 tahun. Gol timnas pertama yang ia ciptakan adalah ketika Kanada memetik kemenangan atas Norwegia dengan skor akhir 1-2 di turnamen Piala Algarve Cup 2000.

Sepanjang 23 tahun kariernya bersama Timnas Kanada, Sinclair, yang telah tampil di enam Piala Dunia dan empat Olimpiade, telah mencetak sebanyak 190 gol dalam 327 penampilan internasional. Torehan ini jauh lebih banyak ketimbang pemain mana pun, baik pria ataupun wanita. Bahkan, Cristiano Ronaldo–yang saat ini menjadi pencetak gol terbanyak di antara pemain pria–pun hanya mencatatkan 127 gol.

Sinclair juga kerap mengharumkan nama negaranya berkat sejumlah penghargaan bergengsi yang diterimanya, antara lain Pemain Terbaik Kanada 14 kali, Sepatu Emas di Olimpiade 2012, dua medali perunggu Olimpiade 2012 & 2016, serta penghargaan khusus dari FIFA: Prestasi Karier Luar Biasa 2021.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *