Jakarta, WK MEDIA

Nilai tukar rupiah dibuka berada di posisi Rp15.971 dolar AS di perdagangan pasar spot pada Senin (20/5) pagi ini. Mata uang Garuda melemah 16,5 poin atau minus 0,1 persen dari posisi sebelumnya.

Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Tercatat, peso Filipina melemah 0,22 persen, yuan Tiongkok minus 0,07 persen, won Korea Selatan minus 0,15 persen, Jepang minus 0,16 persen, dan dolar Singapura minus 0,06 persen.

Di sisi lain, ringgit Malaysia menguat 0,02 persen, baht Thailand 0,03 persen, dolar Hong Kong 0,01 persen, dan rupee India 0,19 persen.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Sementara itu, sebagian besar mata uang negara maju bergerak di zona hijau. Poundsterling Inggris menguat 0,02 persen, dan dolar Kanada 0,03 persen, dolar Australia 0,13 persen, dan euro Eropa 0,04 persen. Sedangkan franc Swiss melemah 0,05 persen.

Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra memproyeksi rupiah melemah hari ini. Menurutnya, pelaku pasar soal penurunan inflasi di AS melihat data harga impor AS bulan April mengalami kenaikan melebihi ekspektasi pasar.

Di sisi lain, bank sentral AS (The Fed) mengindikasikan peluang tidak akan mengerek suku bunga acuan tahun ini.

“Indeks saham global menguat, demikian pula harga emas, Kripto dan nilai tukar lain yang dipadankan dengan dolar AS,” imbuh Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Ia menilai sentimen akhir pekan lalu masih bisa mendorong pelemahan rupiah. Namun, pelemahan mungkin tertahan di level Rp16.000.

Pasalnya, pasar masih memiliki ekspektasi tinggi terhadap pemangkasan suku bunga acuan AS tahun ini.

[Gambas:Video CNN]

(mrh/pta)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *