• Oktober 24, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi profesi Sultan HB X sebelum menjadi Raja Kasultanan Yogyakarta. Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja
Ilustrasi profesi Sultan HB X sebelum menjadi Raja Kasultanan Yogyakarta. Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja

Sebelum dinobatkan sebagai seorang Raja, Sri Sultan Hamengku Buwono X ternyata juga menjalani kehidupan sebagai orang biasa pada umumnya.

Pada masa mudanya, Sultan HB X yang memiliki nama kecil Raden Mas Harjuno Darpito, ternyata tetap bekerja untuk mencari uang.

Kisah masa muda Sultan ini ditampilkan dalam Pameran Lenggahing Harjuno yang diselenggarakan Keraton Yogyakarta untuk memperingati ulang tahun Sultan yang ke-80 tahun.

Kurator Pameran Lenggahing Harjuno, Talca Sultanik, menjelaskan bahwa Sultan pernah menekuni berbagai pekerjaan pada masa mudanya.

Saat masih kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sultan sudah menjadi tukang foto keliling untuk Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Karena sejak kecil Beliau memang menggemari dunia fotografi," kata Talca Sultanik, Selasa (24/10).

Ilustrasi Sultan HB X saat menjadi tukang foto KTP keliling. Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja
Ilustrasi Sultan HB X saat menjadi tukang foto KTP keliling. Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja

Selain itu, Sultan juga pernah jualan batik. Ia menjual batik-batik ke Semarang hingga Surabaya. Ini merupakan pengalaman bisnis pertama bagi Sri Sultan.

Sukses dengan jualan batik, Sultan mulai belajar bisnis di bidang lain, yakni jualan sapi. Ia datang sendiri ke Gunungkidul untuk mencari sapi-sapi terbaik, lalu dijual di Jogja.

Ia bahkan pernah jualan lincak atau mebel yang terbuat dari bambu. Menyetir mobilnya sendiri, Sultan mengangkut lincak-lincak dari Surabaya untuk dijual di Jogja.

"Usaha ini masih ditekuni Sultan HB X sampai awal pernikahan Beliau," ujarnya.

Pengunjung Pameran Lenggahing Harjuno di Keraton Yogyakarta, Selasa (24/10). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja
Pengunjung Pameran Lenggahing Harjuno di Keraton Yogyakarta, Selasa (24/10). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Menginjak dewasa dan setelah kemampuan berbisnisnya makin matang, pada tahun 1977 Sultan diberikan kepercayaan oleh Sang Ayah untuk mengelola Pabrik Gula Madukismo, perusahaan milik keluarga Keraton Yogyakarta.

Talca menjelaskan bahwa meskipun lahir dari keluarga kerajaan, namun orang tua Sultan HB, yakni Sri Sultan HB IX dan KRAy Windyaningrum tak mendidiknya sebagai anak yang manja.

Karena itu, Sultan harus tetap bekerja dengan kemampuannya sendiri untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Hal itu juga yang dilakukan oleh Sultan HB X dalam mendidik putri-putri Beliau selama ini," ujar Talcha Sultanik Hanalanang.

Kurator Pameran Lenggahing Harjuno, Talcha Sultanik Hanalanang. Foto: Arif UT/Pandangan Jogja
Kurator Pameran Lenggahing Harjuno, Talcha Sultanik Hanalanang. Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Bukan hanya masa muda Sultan HB X, Pameran Lenggahing Harjuno ini juga bercerita tentang kehidupan Sri Sultan HB X saat dia masih bayi, masa kanak-kanak, remaja, hingga ia diangkat menjadi Raja dan Gubernur Yogyakarta.

Pameran yang diadakan untuk memperingati ulang tahun Sultan yang ke-80 ini akan digelar sampai tanggal 28 Januari 2023 mendatang. Pameran dibuka setiap hari Selasa sampai Minggu pukul 08.30 sampai 14.00 WIB dengan harga tiket Rp 15 ribu untuk wisatawan nusantara, dan Rp 20 ribu untuk wisatawan mancanegara.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *