• Oktober 23, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi Sejarah Lahirnya Daulah Usmaniyah. Sumber: Unsplash/Clarisse Meyer
Sejarah lahirnya Daulah Usmaniyah di Turki dapat dipelajari untuk menambah wawasan sejarah. Daulah Usmaniyah merupakan salah satu daulah terbesar yang bisa memperluas dan menguasai wilayah sebaran Islam.

Kesultanan Usmaniyah memberikan pengaruh yang besar terhadap sejarah Islam. Oleh karena itu, kesultanan ini menarik untuk dipelajari.

Sejarah Lahirnya Daulah Usmaniyah

Ilustrasi Sejarah Lahirnya Daulah Usmaniyah. Sumber: Unsplash/Natalia

Dikutip dari Khairuddin Barbarossa: Pahlawan Islam Penguasa Lautan, Az-Zuhairi (2016:74-75), sejarah lahirnya Daulah Usmaniyah dimulai pada akhir abad ke-7 Hijriyah atau lebih tepatnya tahun 699 H. Daulah ini didirikan oleh Ertugrul di daerah Anatolia di wilayah Asia Kecil.

Daulah Usmaniyah diawali dari daerah terpencil yang tidak memiliki pesisir dan juga tidak berbatasan langsung dengan dunia luar. Daulah ini dikelilingi oleh Kerajaan Turkman di Anatolia pada semua sisi. Kondisi geografis inilah yang menyebabkan Daulah Usmaniyah tidak membutuhkan Angkatan Laut.

Raja Ertugrul beserta anaknya, Usman I, melakukan pengembaraan untuk menghindari serangan dari bangsa Mongol. Kemudian, Raja Ertugrul dan rombongannya tiba dan menetap di Athlah yang berada di daerah timur Turki. Pada saat itu, mereka bergabung dengan Dinasti Saljuk.

Raja Ertugrul dan rombongannya kemudian membantu Dinasti Saljuk dalam melawan Romawi sehingga bisa memenangkan pertempuran. Atas jasanya, Raja Ertugrul dianugerahi sebidang tanah di daerah barat Anatolia yang berbatasan dengan Romawi.

Beliau juga mendapatkan wewenang untuk memperluas wilayah kekuasaannya sampai mendekati wilayah Romawi. Ketika Dinasti Saljuk runtuh, Usman I mendeklarasikan berdirinya Kerajaan Usmani di Turki.

Daulah Usmaniyah meraih masa keemasannya pada abad ke-16 di masa pemerintahan Sultan Salim I. Sultan Salim I berfokus pada ekspansi daerah Selatan Turki dan juga tidak mau kehilangan wilayah penaklukan.

Sultan Salim I juga berhasil menyatukan Kairo, Baghdad, dan sisa kekuasaan Byzantium dalam satu kekuasaan. Di abad ke-15 hingga 17, Kesultanan Usmaniyah telah berkembang menjadi kekhalifahan Islam paling penting di wilayah Timur Tengah dan Semenanjung Balkan.

Pemerintahan Sultan Salim I dilanjutkan oleh Sultan Sulaiman I pada tahun 1520. Pada masa ini, wilayah kekuasaan Daulah Usmaniyah sudah semakin besar. Sulaiman I tetap mengutamakan kesejahteraan rakyatnya, meskipun sibuk menaklukkan wilayah.

Beliau juga menyusun sejumlah peraturan untuk rakyat dengan tujuan untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan di wilayahnya. Oleh karena itu, Sultan Sulaiman I mendapatkan gelar Al Qanuni atau ahli penyusun perundang-undangan.

Pembahasan tentang sejarah lahirnya Daulah Usmaniyah dapat dibaca dan dicermati agar lebih memahami sejarah kesultanan Islam. Selamat belajar! (KRIS)

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *