• Maret 22, 2024
  • ardwk
  • 0


Paris, Prancis, WK MEDIA

Perusahaan pembuat senjata asal Prancis KNDS selanjutnya berkomitmen untuk mengembangkan kerja sama berkelanjutan dengan pemerintahan RI.

Amaury De Poncins, Direktur Penjualan Ekspor Asia Nexter KNDS, mengatakan kepercayaan sangat diperlukan untuk bekerja sama antar kedua belah pihak yaitu Prancis-RI, demikian pula terkait transfer teknologi . Salah satu yang menjadi fokus adalah soal rantai pasok pembuatan sistem senjata.

“Kami akan bekerja sama di sisi rantai pasok dan infrastruktur,” kata De Poncins di Versailles, Prancis beberapa waktu lalu.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Dia juga mengatakan bahwa ia akan terus bekerja sama dengan para insinyur lokal di Indonesia dengan melakukan alih pengetahuan sekaligus transfer teknologi.

Ketahuilah, Nexter KNDS juga selama ini telah bekerja sama dengan BUMN yakni PT Pindad (Persero) terkait dengan pembuatan peralatan sistem pertahanan darat.

Pindad dan Nexter KNDS sebelumnya sudah bekerja sama untuk konten lokal kendaraan taktis 4×4 Komodo Nexter berbagai tipe dan Caesar 155 mm Howitzer pada periode 2017-2020.

Dalam situs resmi Pindad disebutkan, tipe yang diproduksi antara lain: Battalion Command Vehicle (BnCV), Battery Command vehicle (BCV), Meteo Vehicle (MeV), Forward Observer Vehicle (FoV), Relay Vehicle (ReV) dan Logistic Vehicle (LoG) .

“PT Pindad sudah memiliki kualifikasi super untuk mendesain kendaraan tempur dan amunisi kaliber kecil. Jadi kami percaya PT Pindad adalah mitra untuk proyek ini,” kata De Poncins.

KNDS sendiri merupakan perusahaan hasil merger antara German Krauss-Maffei Wegmann (KMW) dan Nexter pada tahun 2015. Perusahaan raksasa itu bertujuan untuk menjadi pemimpin di bidang pertahanan darat untuk seluruh Eropa. Sebanyak 50 persen saham dimiliki Pemerintah Prancis, dan 50 persen lainnya dimiliki oleh satu perusahaan di Jerman melalui German Family Fund.




Salah satu aktivitas karyawan di pabrik Nexter KNDS di Roanne, Prancis. (Foto: AFP/OLIVIER CHASSIGNOLE)

Kerja sama disaksikan menhan

Sebelumnya, Selanjutnya KNDS dan Pindad meneken Nota Kesepahaman di bidang perlindungan, khususnya terkait Munisi Kaliber Sedang dan Munisi Kaliber Besar pada Februari 2022.

Penandatangan kerja sama itu disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis Florence Parly.

Dalam situs resmi Pindad disebutkan, pertemuan bilateral antara kedua belah pihak itu membahas peningkatan kerja sama pertahanan antara kedua negara. Hal itu diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis.

Sementara untuk cakupan kerja sama produk munisi sedang dan besar itu al munisi kal. Tank Tempur Utama (MBT) 120 mm; munisi kal. tank medium Harimau 105 mm; munisi kal. Vektor GI-2 20 mm; munisi kal. Senapan Rafale 30 mm; serta munisi kal. 30 mm 6 & 7 barel.

Prabowo saat itu menuturkan hubungan bilateral di wilayah pertahanan antara Indonesia dan Prancis hingga kini sudah berada dalam status tertinggi. Sehingga, katanya, perlu ratifikasi dari parlemen Indonesia untuk bisa diimplementasikan dengan baik.

“Kerja sama ini perlu kita tingkatkan dengan adanya pelatihan-pelatihan bersama dan kami juga menyambut baik rencana pengembangan mekanisme 2+2 antara kementerian pertahanan dan kementerian luar negeri kedua negara guna mempererat kerjasama bilateral,” ujar Prabowo.

(asa/asa)


[Gambas:Video CNN]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *