• Oktober 27, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi kamar hotel. | Foto: Shutterstock
Ilustrasi kamar hotel. | Foto: Shutterstock

Lampung Geh, Bandar Lampung – Seorang pria meninggal dunia di sebuah hotel yang berada di Kecamatan Gulak-galik, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Kamis (26/10) malam.

Pria tersebut diketahui berinisial AS (53) warga Sukabumi Indah, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung. Ia meninggal diduga usai melakukan hubungan intim.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah Astutik membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Betul peristiwa itu, meninggal setelah berhubungan intim," katanya saat dihubungi Lampung Geh, Jumat (27/10) malam.

Umi menjelaskan kronologi peristiwa tersebut berawal pada Kamis (26/10) sekitar 22.00 WIB. Saat itu, AS datang ke kamar hotel yang berada di Kecamatan Gulak Galik, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.

"Korban membawa nasi bungkus untuk diberikan kepada teman wanitanya berinisial SR," ucapnya.

Setiba di kamar, korban AS merokok sambil menunggu SR yang sedang makan. Setelah itu, keduanya melakukan hubungan intim, namun tidak sampai selesai.

"Sekitar 5 menit dan korban menarik nafas kemudian duduk dalam keadaan lemas. Kemudian SR mengangkat kepala AS, namun tidak ada reaksi, saat didorong sedikit AS terjatuh dari tempat tidur dan diduga sudah meninggal dunia," ungkapnya.

Kemudian SR, memanggil PP dan melaporkan ke Polsek Teluk Betung Utara untuk memberitahukan terkait kejadian tersebut.

"Sekitar pukul 22.40 WIB anggota Polsek Teluk Betung Utara mendatangi dan melakukan olah TKP bersama Inafis Polresta Bandar Lampung," ungkapnya.

Umi menuturkan berdasarkan hasil pemeriksaan, kamar tersebut telah dihuni SR selama 3 tahun.

"Korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan posisi terlentang di atas karpet warna hijau," ucapnya.

Selain itu, petugas juga menemukan botol air mineral dan sisa makanan, tas warna hitam yang berisi identitas korban.

"Uang tunai Rp56.000, korek api gas, sebungkus rokok, pipa rokok, handphone merk vivo, STNK sepeda motor dan obat merek yarindo," jelasnya.

Umi mengungkapkan hasil pemeriksaan di TKP, korban meninggal dunia diduga karena sakit.

"Kondisi tubuh korban dalam keadaan lemas, dingin dan pada mulut mengeluarkan bau jamu (diduga korban sebelum datang ke hotel sempat meminum ramuan jamu)," tuturnya.

Saat ini, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek untuk dilakukan pemeriksaan medis dan visum luar. (Yul/Put)

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *