• Oktober 20, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Asap mengepul selama operasi militer Israel di Jenin, di Tepi Barat yang diduduki Israel pada Senin (3/7/2023). Foto: Mohamad Torokman/Reuters
Asap mengepul selama operasi militer Israel di Jenin, di Tepi Barat yang diduduki Israel pada Senin (3/7/2023). Foto: Mohamad Torokman/Reuters

Setidaknya sembilan warga Palestina tewas di tangan pasukan Israel di Tepi Barat, dalam lanjutan serangan di wilayah tersebut, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina. Kekerasan tengah meningkat di tengah serangan Israel di Jalur Gaza yang terkepung.

Dikutip dari Aljazeera, di Tepi Barat ini, setidaknya 75 warga Palestina telah dibunuh pasukan Israel sejak perang meletus di Gaza pada 7 Oktober 2023. Tepi Barat ini berjarak sekitar 90 Km dari Jalur Gaza.

Dalam rentetan serangan itu, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel membunuh tujuh warga Palestina dalam penggerebekan di kamp pengungsi Nur Al Shams di kota Tulkarem pada hari Kamis (19/10).

Pejabat kesehatan mengatakan salah satu korban adalah anak laki-laki berusia 16 tahun.

Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka “terus beroperasi di kamp [Nur Al Shams] untuk menggagalkan aktivitas teror”.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan petugas medisnya merawat 25 orang di Nur Shams, sebagian besar karena luka tembak.

“Ambulans ditahan oleh pasukan pendudukan yang membawa orang-orang terluka di dalamnya,” kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan.

Demonstran mengikuti protes mendukung warga Palestina di Gaza, ketika konflik antara Israel dan Hamas berlanjut, di Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki Israel, Senin (16/10/2023). Foto: Mussa Qawasma/REUTERS
Demonstran mengikuti protes mendukung warga Palestina di Gaza, ketika konflik antara Israel dan Hamas berlanjut, di Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki Israel, Senin (16/10/2023). Foto: Mussa Qawasma/REUTERS

Dua warga Palestina lainnya tewas dalam insiden terpisah di kamp pengungsi Dheisheh dan kota Budrus, kata kementerian itu.

Pasukan Israel telah meningkatkan serangan di kota-kota dan desa-desa Palestina dan melakukan kampanye penangkapan besar-besaran di Tepi Barat, tempat warga Palestina mengadakan protes sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza.

Israel memulai serangannya di Gaza setelah kelompok Palestina Hamas, melancarkan serangan kejutan ke Israel selatan, menewaskan sedikitnya 1.400 orang dan menawan lebih dari 200 orang lainnya.

Israel sejak itu memberlakukan pengepungan total terhadap Gaza, memutus akses terhadap air, makanan, listrik dan bahan bakar bagi 2,3 juta penduduk di jalur tersebut dan tanpa henti membombardir wilayah tersebut.

Setidaknya 3.785 orang tewas dalam serangan Israel itu, menurut otoritas kesehatan Palestina.

Protes di Tepi Barat – yang semakin intens menyusul laporan ledakan di sebuah rumah sakit di Gaza yang menurut pihak berwenang Palestina menewaskan ratusan orang.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *