• Oktober 26, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Kantor Direktorat Jenderal Kementerian Kuangan.  Foto: Shutterstock
Kantor Direktorat Jenderal Kementerian Kuangan. Foto: Shutterstock

Direktorat Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan Core Tax Administration System (CTAS) atau sistem administrasi pajak akan diimplementasikan pada Juli 2024.

Ini merupakan proyek Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP), yang berupa rancang ulang proses bisnis administrasi perpajakan melalui pembangunan sistem informasi yang berbasis COTS (Commercial Off-the-Shelf).

Selain itu, sistem ini disertai dengan pembenahan basis data perpajakan sehingga sistem perpajakan diklaim menjadi mudah, andal, terintegrasi, akurat, dan pasti.

"PSIAP pertengahan tahun depan atau Juli 2024 sudah bisa diimplementasikan. Saat ini masih testing," kata Staf Ahli Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak, Iwan Djuniardi, dalam media gathering di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu malam (25/10).

Iwan mengatakan proyek PSIAP sudah digarap sejak 2018. Menurut dia, implementasi PSIAP yang dilakukan Ditjen Pajak bisa lebih cepat dibandingkan negara lain.

"Misal Finlandia itu 7 sampai 8 tahun, Selandia Baru 7 tahun. Bahkan Prancis 9 tahun," ujarnya.

Media gathering Ditjen Pajak. Foto: Angga Sukmawijaya/kumparan
Media gathering Ditjen Pajak. Foto: Angga Sukmawijaya/kumparan

Iwan mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pelatihan bagi para petugas pajak. Sehingga, saat ini sistem tersebut siap, para fiskus juga sudah siap melaksanakan.

"Saat ini sudah dilakukam testing untuk 48 ribu use cases. Perkiraannya hampir satu juta step test yang akan dites," ujarnya.

Iwan mengatakan dengan adanya core tax system tersebut, maka selain akan memudahkan para wajib pajak, data-data soal perpajakan juga akan lebih transparan.

"Jadi wajib pajak nantinya akan bisa melihat data-data perpajakannya. Ketika dinilai ada yang tidak sesuai, maka bisa langsung mengklarifikasi. Begitupun Ditjen Pajak, akan dengan mudah mengetahui data perpajakan wajib pajak," katanya.

Selain memudahkan para wajib pajak, core tax system ini juga diharapkan dapat dukungan upaya pemerintah dalam peningkatan potensi penerimaan negara.

Sistem itu termasuk otomasi proses bisnis, mulai dari proses pendaftaran wajib pajak, pemrosesan surat pemberitahuan dan dokumen perpajakan, pembayaran pajak, dukungan pemeriksaan dan penagihan, hingga fungsi taxpayer accounting.

https://www.instagram.com/p/Cy2NRpQta5r


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *