• Oktober 27, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Orang tua korban perundungan di Kuningan bersama kuasa hukumnya, Ibnu Rohman, ketika ditemui di Polda Jabar pada Jumat (27/10/2023). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Orang tua korban perundungan di Kuningan bersama kuasa hukumnya, Ibnu Rohman, ketika ditemui di Polda Jabar pada Jumat (27/10/2023). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Siswi kelas 2 Sekolah Dasar (SD) berusia 8 tahun di Kuningan diduga jadi korban perundungan di sekolahnya. Korban pun mengalami trauma akibat dirundung oleh sekitar tiga pelaku. Kasus itu telah dilaporkan ke Polda Jabar.

"Jadi, Alhamdulillah hari ini kami datang ke Polda guna melaporkan dugaan tindak pidana terkuat dengan pembullyan atau perundungan terhadap anak di bawah umur," kata Kuasa Hukum dari orang tua korban, Ibnu Rohman, ketika ditemui di Polda Jabar pada Jumat (27/10).

Ibnu menjelaskan, aksi perundungan terhadap korban terjadi pada bulan November 2022. Korban dirundung tiga teman sekelasnya ketika kegiatan belajar mengajar. Adapun aksi perundungan itu dilakukan oleh para pelaku dengan cara mendorong dan melempar korban hingga korban terjatuh dan menderita luka memar pada bagian punggung serta pelipis.

"Luka fisik itu yang dialami oleh korban itu di bagian pelipis itu cukup memar kemudian bagian punggung juga karena kan dilempar ya sama temen-temennya. Dilempar dengan tangan kosong hingga kena meja," ucap dia.

Menurut Ibnu, perundungan yang dilakukan oleh ketiga pelaku bukan baru sekali saja terjadi. Namun demikian, kasus yang membuat korban mengalami luka memar merupakan yang paling parah.

Pihak korban sempat berupaya melakukan mediasi dengan orang tua dari ketiga pelaku tapi tak berbuah hasil yang memuaskan. Selain itu, pihak sekolah juga terkesan melakukan pembiaran karena surat somasi yang dilayangkan pihak korban tak kunjung direspons. Maka dari itu, pihak korban memutuskan menempuh jalur hukum.

"Kami sudah layangkan somasi sebelumnya ke pihak sekolah namun belum ada realisasi dari pihak sekolah," papar dia.

Di lokasi yang sama, Orang Tua dari Korban berinisial MI mengatakan anaknya sempat tak berani bercerita soal peristiwa yang dialaminya karena menerima ancaman dari para pelaku. Namun, setelah dibujuk, akhirnya korban mau bercerita.

"(Ancamannya) kayak gak diajakin, nanti besok kamu gak diajakin lagi loh, gitu. Jadi anak aku ketakutan," kata dia.

Laporan itu sudah teregister di Polda Jabar dengan Nomor Laporan LP/B/497/X/2023/SPKT/POLDA JAWA BARAT. Tiga pelaku perundungan dilaporkan melanggar UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 UU 35 Tahun 2014.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Surawan, mengaku bakal melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait laporan tersebut.

"Belum masuk ke penyidik LP-nya. Nanti saya cek," ujar dia.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *