• Januari 16, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

PT Pupuk Indonesia (Persero) terus berkomitmen mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan nasional, seraya mendorong transformasi hijau di industri pupuk Tanah Air.

Memasuki tahun 2024, industri pupuk nasional maupun global menghadapi peluang dan tantangan yang signifikan. Dimana perubahan musim tanam yang disebabkan oleh El Nino mempengaruhi tren permintaan dan stabilitas harga pasar.

Meski demikian, Pupuk Indonesia telah memastikan terpenuhinya kebutuhan pupuk nasional dengan kinerja produksi terbaik.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Bahkan sejumlah inovasi dan inisiatif Pupuk Indonesia selama tahun 2023 dan 2024 turut digalakkan dalam mendukung pemerintah untuk memastikan percepatan tanam. Salah satunya adalah Program Gebyar Diskon Pupuk yang diadakan di 30 kota yang tersebar di Indonesia.

Program ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses pupuk nonsubsidi dengan harga terjangkau. Terutama bagi kelompok tani yang belum termasuk sebagai penerima pupuk subsidi.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menegaskan, program ini akan terus digalakkan oleh Pupuk Indonesia. Tujuannya agar dapat memacu produktivitas pertanian Tanah Air.

“Lewat program ini, kami berharap petani bisa mendapatkan kemudahan bukan hanya dari ketersediaan pupuk, tetapi juga dari sisi keterjangkauan dan pemerataan akses,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi dikutip Sabtu (13/1).

Kemudian, kata Rahmad, pada tahun 2024 ini akan terus menjalankan mandat dari pemerintah yakni membantu petani dengan penyediaan pupuk, dan menjaga ketahanan pangan.

“Sambil terus melakukan transformasi bisnis yang lebih rendah karbon dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Rahmad juga menyampaikan rasa syukur atas kinerja yang dicapai Pupuk Indonesia pada tahun 2023. Di mana Pupuk Indonesia telah berhasil menutup tahun 2023 dengan pencapaian kinerja produksi yang positif.

“Tentunya hal ini dapat tercapai atas dukungan seluruh insan, baik di holding maupun anak-anak perusahaan,” katanya.

Anggaran Pupuk Subsidi

Pada tahun 2024, pemerintah menganggarkan anggaran sebesar Rp26 triliun untuk subsidi pupuk sebesar 4,7 juta ton guna memenuhi kebutuhan pupuk pada musim tanam pertama.

Selanjutnya, pemerintah berencana menambah kuota subsidi pupuk senilai Rp14 triliun. Tambahan alokasi ini dapat dimanfaatkan petani pada musim tanam kedua tahun 2024.

“Pupuk Indonesia berkomitmen menjalankan mandat dari pemerintah dengan memastikan produksi dan distribusi pupuk berjalan dengan maksimal,” ujarnya.

Berbagai peningkatan efisiensi dan kapasitas dilakukan di sejumlah pabrik anak perusahaan, dan digitalisasi distribusi pupuk yang dimarkakan, bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.

Menurutnya, dampak positif dari subsidi ini akan terfokus pada peningkatan produktivitas pertanian yang diperkirakan mencapai sebesar 8 persen untuk tanaman padi.

Hingga Desember 2023, Pupuk Indonesia memiliki kinerja produksi yang cukup baik, yaitu mencapai 18,73 juta ton, terdiri dari 7,71 juta ton Urea, 3,07 juta ton NPK, 824,1 ribu ton pupuk lainnya, dan non pupuk sebesar 7 ,13 juta ton (amonia, asam sulfat, asam fosfat, dan lainnya).

Pupuk Indonesia juga memberikan kontribusi yang sangat positif dalam menyediakan subsidi pupuk, yaitu menyalurkan 100 persen dari jumlah yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mendukung petani dan memastikan tersedianya pupuk yang memadai bagi pertanian nasional.

Proyek-proyek pengembangan kapasitas produksi, seperti Proyek Pusri IIIB, PSN Kawasan Industri Fakfak, dan pengembangan pabrik pupuk NPK di Anak Perusahaan adalah salah satu langkah strategi Pupuk Indonesia agar dapat memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga mendukung hilirisasi industri pertanian dan petrokimia hijau berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi terhadap kemiskinan dan kemandirian sumber daya alam.

Upaya ini mencakup peningkatan produk dan solusi pertanian yang berorientasi pada konsumen, melanjutkan hilirisasi dan inisiatif substitusi impor melalui pembangunan pabrik baru untuk Amonium Nitrat, Soda Ash, dan Metanol.

Persiapan pengembangan industri amonia hijau dan rencana penyusunan Final Investment Decision (FID) untuk industri Clean Amonia menunjukkan langkah progresif perusahaan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Pencapaian penurunan emisi karbon sebesar 1,55 juta ton, melampaui target sebelumnya pada tahun 2023, menandai komitmen Pupuk Indonesia untuk mengurangi dampak lingkungan.

Pupuk Indonesia sendiri merupakan produsen pupuk terbesar di APAC & MENA (Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara). Didukung lima kawasan industri pupuk, termasuk di dalamnya 15 pabrik urea, 16 pabrik NPK, 3 pabrik ZA, dan fasilitas produksi pupuk lainnya, Pupuk Indonesia berkomitmen untuk memastikan melimpahnya pupuk nasional, dengan distribusi yang efisien dan adil bagi para petani.

“Komitmen kami tidak hanya terletak pada produksi pupuk, tetapi pada peran strategi kami sebagai mitra pertanian Indonesia. Dengan inovasi dan keinginan, kami siap berkontribusi pada pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan untuk masa depan Indonesia yang lebih
baiklah,” ujar Rahmad.

(dalam)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *