• Oktober 25, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ketua TPN Ganjar Arsjad Rasjid, Jubir Anies Baswedan Sudirman Said, hingga Jubir Prabowo Subianto, Dahnil Simanjuntak dalam diskusi Indonesia Integrity Forum 2023 di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2023). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
Ketua TPN Ganjar Arsjad Rasjid, Jubir Anies Baswedan Sudirman Said, hingga Jubir Prabowo Subianto, Dahnil Simanjuntak dalam diskusi Indonesia Integrity Forum 2023 di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2023). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan

Juru bicara Anies Baswedan, Sudirman Said, menyebut pihaknya bakal mendorong dana parpol sekitar Rp 3 triliun atau sekitar 1% dari APBN jika paslonnya terpilih nanti. Ia menjelaskan, program ini adalah salah satu upaya Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk memberantas korupsi.

"Rp 3 triliun lebih dari cukup [untuk] biaya politik. Apa politik tidak lebih penting dari tentara, polisi, birokrat? Sebenarnya lebih penting, karena di hulu," kata Sudirman dalam acara Indonesia Integrity Forum 2023 di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, Rabu (25/10).

"Jadi kita ingin dorong politik pakai public money karena ini akuntabel, punya strategi, dan akan kurangi korupsi gila-gilaan. Itu efisien daripada kita biarkan politik mahal dan partai cari jalan sendiri masing-masing," lanjutnya.

Selain itu, Sudirman Said juga menyebut, jika terpilih nanti Anies-Cak Imin bakal mendorong UU Perampasan Aset sebagai efek jera bagi koruptor. Selain itu, mereka juga akan memulihkan fungsi KPK yang kerap dianggap semakin melemah.

"Kembalikan fungsi KPK pada masanya sebagai instrumen percepat tidak hanya penindakan tapi juga pencegahan," ujar Sudirman.

Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sudirman menilai, sebenarnya di balik maraknya kasus korupsi, ada masalah mendasar terkait rusaknya moral di ranah kepemimpinan. Sehingga, menurutnya, konsep pemimpin teladan dalam pemerintahan mendatang harus dihadirkan.

"Top leader, bukan presiden aja, menteri, dirjen, direksi BUMN, kalau enggak mampu jadi teladan, sistem sebaik apa pun akan diterobos. Jadi kita dorong fungsi pemimpin sebagai teladan," tegas Sudirman.

Untuk itu, Sudirman optimistis, Anies bakal mampu memilih kabinet yang tak didominasi oleh petugas parpol. Saat memilih anggota kabinet nanti, kata Sudirman, Anies bakal terlebih dahulu menetapkan kriterianya terlebih dahulu baru parpol yang akan menentukan.

"Menurut saya, ini dilakukan Pak Jokowi di awal-awal. Ingat sebelum masuk kabinet semua nama di-screening KPK. Itu semua bisa dilakukan. Anies, Muhaimin, sudah biasa negosiasi yang basisnya science. Kalau beliau bisa beri argumen baik ke pimpinan parpol, dominasi bisa kita hindari," pungkasnya.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *