• Januari 16, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD), produsen sepeda merek United Bike dan motor listrik merek United E-Motor, siap mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada triwulan I 2024. Initial Public Offering (IPO) UNTD merupakan langkah strategis perseroan untuk menangkap peluang pertumbuhan industri motor listrik yang tengah berkembang pesat di Indonesia.

Berdasarkan prospektus IPO, UNTD menawarkan sebanyak 1,66 miliar saham kepada publik, atau setara dengan 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Sementara itu, harga penawaran saham UNTD berada di kisaran Rp170 hingga Rp240 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi memperoleh dana segar sebesar Rp283,3 miliar hingga Rp400 miliar dari IPO ini.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

UNTD merupakan salah satu produsen sepeda dan motor listrik terbesar di Indonesia. Perseroan memiliki pangsa pasar yang luas, dengan produk yang berkualitas dan manajemen yang berpengalaman.

Di sisi lain, industri kendaraan listrik juga memiliki potensi pertumbuhan yang besar di Indonesia, didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah, seperti insentif pajak dan kemudahan akses pendanaan.

Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, Henry Mulyadi, menyampaikan motor listrik mulai diminati masyarakat sejak tahun 2020 hingga 2023, karena harga bahan bakar di Indonesia meningkat, berbeda dengan biaya listrik tetap stabil. Optimisme tersebut semakin meningkat dengan adanya dukungan dari pemerintah baik melalui insentif maupun infrastruktur.

“Dukungan pemerintah untuk insentif kendaraan listrik (EV), subsidi Rp7 juta per KTP, ini menguntungkan bagi pembeli motor listrik pada saat ini dan ke depannya,” ujarnya dalam Public Expose 2024 PT Terang Dunia Internusa Tbk, Kamis (11/1).

Dia menambahkan, dukungan lainnya dari pemerintah adalah infrastruktur, di mana pemerintah mendirikan perusahaan Indonesia Battery Corporation (IBC) yang akan membuat standar pengisian dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia.

Demi menangkap peluang tersebut, dia menyebutkan perseroan berencana meluncurkan empat tipe e-Motor baru pada tahun 2024 ini untuk melengkapi jajaran produknya.

“Model terbaru ini akan ada di kisaran Rp20 jutaan, karena kalau lihat pasar kita, sepertinya kisaran harga Rp20 juta bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” imbuh Henry.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, Andrew Mulyadi, juga mengakui saat ini industri kendaraan listrik juga memiliki potensi pertumbuhan yang besar di Indonesia. Melalui IPO ini, perseroan optimis dapat menguasai pasar motor listrik dan menjadi pemain utama di industri motor listrik nasional.

“Dengan infrastruktur dan pengalaman yang kami miliki, ditambah dengan insentif pemerintah, kemudahan pembiayaan EV, serta pembangunan infrastruktur pengisian listrik oleh pemerintah, kami berada di posisi strategis untuk mengembangkan bisnis sepeda motor listrik yang kami miliki,” katanya.

Oleh karena itu, ia memastikan bahwa dana hasil IPO akan digunakan untuk membiayai modal kerja yang terkait dengan produksi e-motor dan e-moped.

“Seluruh dana IPO akan digunakan untuk membiayai modal kerja yang terkait dengan produksi e-motor dan e-moped antara lain untuk melakukan pembelian bahan baku seperti frame, baterai, dinamo, wheel-set, multi-information display (spidometer digital, GPS), sistem rem, dan suspensi,” papar dia.

Sebagai informasi, UNTD merupakan perusahaan manufaktur sepeda merek United Bike dan motor listrik merek United E-Motor sejak 1991. UNTD terafiliasi dengan PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) yang merupakan distributor resmi untuk sepeda United Bike.

UNTD memiliki variasi produk motor listrik dengan spesifikasi yang beragam dengan rentang harga yang berbeda pula untuk melayani kebutuhan pelanggan yang berbeda-beda. Saat ini sudah ada empat tipe e-Motor yang telah diluncurkan, yaitu MX-1200, T-1800, TX-1800, dan TX-3000

Roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham UNTD diselenggarakan pada 11 – 22 Januari 2024. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diperoleh pada 30 Januari 2024. Setelah pernyataan efektif terbit, saham UNTD diharapkan bisa tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia pada 7 Februari 2024.

Untuk menjalankan rencana aksi korporasi ini, manajemen UNTD telah menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai Penjamin Emisi Efek Perseroan.

(rir/rir)


[Gambas:Video CNN]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *