• Januari 16, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Wakil Kapten Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) Thomas Lembong menyebut proyek hilirisasi nikel Presiden Joko Widodo (Jokowi) terancam gagal.

Pasalnya, ia menyebut harga nikel global sudah turun sekitar 30 persen dalam 12 bulan terakhir. Kemudian ia memperkirakan stok nikel di dunia akan mengalami surplus terbesar sepanjang sejarah.

“Jadi dengan begitu gencarnya dibangun smelter di Indonesia, kita membanjiri dunia dengan nikel. Harga jatuh, terjadi kondisi oversupply,” ujar pria yang akrab disapa Tom itu dalam video yang diunggah kanal YouTube Politik Totaldikutip Selasa (16/1).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Kemudian, Tom menjelaskan karena pemerintah begitu militan dan konfrontasional terhadap konsumen di luar negeri, hal itu membuat mereka ketakutan. Hal itu membuat Indonesia kehilangan kepercayaan dan mencari opsi lain untuk membuat baterai mobil listrik.

“Akhirnya mereka mencari opsi lain, mereka membuat formulasi bahan baterai yang tidak menggunakan nikel,” kata dia lebih lanjut.

Tom juga mencontohkan Tesla yang tidak menggunakan baterai kendaraan listrik yang bahan bakunya nikel.

“Jadi 100 persen dari semua mobil Tesla yang dibuat di Tiongkok menggunakan baterai yang mengandung 0 persen nikel, dan 0 persen kobalt. Jadi baterainya lithium iron phosphate (LFP). Jadi pakai besi, pakai fosfat, masih tetap pake lithium, tapi sudah tidak lagi pakai nikel, tidak lagi pakai kobalt,” tutur dia.

Sebelumnya Tom pernah mengatakan kebijakan hilirisasi nikel kepada Jokowi tanpa memperhitungkan kondisi pasar. Akibatnya, banyak pabrikan mobil yang kini meninggalkan nikel dan mencari bahan baku baterai listrik yang lain.

“Ini namanya kebijakan (hilirisasi) pemerintah tidak memperhitungkan realita pasar. Tidak ada konsumen (pasar) mau disandera (larangan ekspor nikel Indonesia), pasti mereka akan mencari solusi lain yang berkembang, di mana menyaingi solusi yang kami tawarkan yakni nikel,” klaim Tom dalam Diskusi Publik Timses Capres Cawapres di Auditorium CSIS, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).

Jika konsep yang dilakukan Jokowi terus bertahan, Tom yakin nikel Indonesia semakin ditinggalkan atau dikucilkan secara global.

Ia menyebut memang nikel menjadi bahan utama baterai dan mobil listrik di era 2015-2017, yakni mencapai 70 persen dari seluruh kendaraan listrik (EV) di dunia. Namun menurutnya, dalam 6-7 tahun sekarang baterai yang memakai nikel hanya akan tersisa 30 persen dari jumlah listrik mobil di dunia.

Meski begitu, dia menyebut Anies-Muhaimin tidak akan tiba-tiba menyetop apa yang sudah dilakukan Presiden Jokowi. Jika AMIN menang pada tahun 2024, Tom menyebut akan membiarkan mekanisme pasar bekerja.

[Gambas:Video CNN]

(del/agt)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *