• Oktober 27, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Kasat Reskrim Polres Cianjur Iptu Tono Listianto. Foto: kumparan
Kasat Reskrim Polres Cianjur Iptu Tono Listianto. Foto: kumparan

Oknum anggota tim sukses (timses) Bupati Cianjur Herman Suherman bernama Jamaluddin Junaidi Ghani menjadi tersangka.

Perkaranya: Menganiaya Alief Irfan, ketua kelompok mahasiswa Jaringan Intelektual Muda Cianjur, saat Alief mengkritisi dana umrah rombongan Bupati Cianjur dan MUI Cianjur.

"Setelah melalui proses pemeriksaan 6 orang saksi, polisi kemudian melakukan gelar perkara hingga menetapkan yang bersangkutan (Jamaluddin) sebagai tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Cianjur, Iptu Tono Listianto, Jumat (27/10).

Diperiksa Senin

"Tersangka diagendakan menjalani pemeriksaan pada Senin (30/10). Surat pemanggilan sudah kami layangkan, kami minta tersangka kooperatif," ujar Tono.

Tono menjelaskan, tersangka dikenakan pasal 352 KUHP tentang penganiayaan ringan, dengan ancaman penjara selama 3 bulan.

Penganiayaan Itu

Ilustrasi pemukulan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
Ilustrasi pemukulan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Penganiayaan itu terjadi saat berlangsung diskusi terkait rencana unjuk rasa mempertanyakan sumber dana umrah, di salah satu warung di Jalan Abdullah bin Nur, Senin, 25 September 2023.

Di tengah diskusi tersebut, Jamaluddin bersama rombongannya datang ke lokasi, lalu keributan terjadi dan Alief selaku mahasiswa yang mengkritisi dilempar kursi hingga dipukul.

Jamaluddin juga mengancam akan mengerahkan kelompok ormas jika Alief tetap melanjutkan aksi unjuk rasa.

Klarifikasi Jamaluddin

Jamaluddin membantah adanya aksi pemukulan terhadap korban. Dia mengklaim hanya menampar korban.

"Tidak ada pemukulan, tapi hanya menampar korban. Itu pun sebagai bentuk peringatan agar korban dapat bersikap lebih sopan terhadap orang yang lebih tua. Karena, saat itu, korban ini sempat menggebrak meja," ujar Jamaluddin.

Jamaluddin juga memastikan sumber dana untuk pemberangkatan umrah Anggota MUI dan tim sukses bukan dari APBD Kabupaten Cianjur.

"Seharusnya mereka melakukan kajian mendalam jika memang akan menyikapi suatu masalah atau persoalan. Jangan karena bersumber dari media sosial mereka langsung menuduh atau menduga adanya tindak korupsi," katanya.

Jamaluddin menambahkan, pihaknya akan melaporkan balik korban terkait dengan adanya informasi bohong atau hoaks.

"Kita ini juga aktivis, mana mau jika harus berangkat ibadah (umrah) dari sumber dana yang tidak jelas. Kita akan laporkan balik dugaan hoaks," ujarnya.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *