• Oktober 26, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi tuliskan tingkatan-tingkatan dalam tangga nada – Sumber: pexels.com/@pixabay/
Untuk bisa menjawab pertanyaan tuliskan tingkatan-tingkatan dalam tangga nada musik, diperlukan pemahaman mengenai apa itu tangga nada. Secara singkat, tangga nada diartikan sebagai urutan nada yang disusun secara berjenjang.

Disebut tangga nada karena bentuknya yang berjenjang memang mirip dengan tangga. Tepatnya tangga yang terdiri atas delapan tingkatan secara berurutan.

Tuliskan Tingkatan-Tingkatan dalam Tangga Nada!

Ilustrasi tuliskan tingkatan-tingkatan dalam tangga nada – Sumber: pixabay.com/andrewanwang

Berdasarkan buku Seni dan Budaya, Harry Sulastianto, dkk, (2007), arti tangga nada dalam musik adalah rangkaian nada-nada yang disusun berdasarkan frekuensi atau tingkat nada yang berbeda. Terdapat beberapa tingkatan dalam tangga nada.

Bila diminta untuk tuliskan tingkatan-tingkatan dalam tangga nada musik, inilah jawabannya yang tepat.

Pengertian nada dasar yang biasa disebut tonik adalah titik awal atau dasar dalam tangga nada. Ini adalah nada yang paling stabil dan sering digunakan sebagai referensi untuk penentuan skala atau akord. Nada dasar adalah titik saat musik sering berakhir atau kembali.

2. Super Tonic (Suptonika)

Super tonic adalah nada yang terletak di atas nada dasar. Dalam notasi musik, ini biasanya diberi label “II.” Super tonic memiliki perasaan kegelisahan dan sering digunakan untuk menciptakan ketegangan sebelum kembali ke nada dasar.

Mediant adalah nada yang terletak di antara nada dasar dan dominan. Dalam notasi musik, biasanya diberi label “III.” Mediant memiliki karakteristik yang lebih menenangkan daripada super tonic dan dapat digunakan untuk menggambarkan perubahan dalam suasana musik.

Subdominan adalah nada yang terletak di bawah nada dasar. Dalam notasi musik, biasanya dituliskan sebagai “IV.” Subdominan digunakan untuk menciptakan perasaan penurunan atau perubahan dalam dinamika musik.

Dominan adalah nada yang terletak di atas nada dasar dan memiliki perasaan tegang. Biasanya diberi label “V” pada notasi musik. Nada dominan digunakan untuk menciptakan perasaan ketegangan yang meminta resolusi kembali ke nada dasar.

Submediant adalah nada yang terletak di tengah antara nada dasar dan subdominan. Bisa dilihat dengan label “VI” dalam penulisan notasi musik. Submediant sering digunakan sebagai variasi dalam musik dan mengarahkan pendengar ke nada dasar.

Leading tone adalah nada yang terletak satu urutan di bawah nada dasar. Sesuai urutan, nada ini biasanya diberi label “VII.” Leading tone mampu menciptakanperasaan ketegangan yang kuat.

Istilah oktaf dikenal sebagai tingkatan tertinggi dalam tangga nada. Jadi, nada ini adalah nada yang memiliki dua kali frekuensi dari nada dasar. Oktaf memiliki kesamaan tingkat nada dengan nada dasar, tetapi lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung pada jenis musiknya.

Itu tadi jawaban yang tepat untuk pertanyaan tuliskan tingkatan-tingkatan dalam tangga nada musik. Kombinasi dari nada-nada tersebut bisa membentuk skala musik yang digunakan dalam berbagai komposisi dan genre musik. (DNR)

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *