• Januari 17, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengkritik sikap pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan ke pengusaha.

Wakil Sekretaris TPN Hotasi Nababan mulanya bertanya kepada pengusaha soal tantangan berbisnis, termasuk urusan pajak. Ia juga menceritakan keluh kesahnya sebagai pengusaha.

“Di sini ada yang gak punya masalah pajak? Bagi Ganjar-Mahfud, soal pajak, kalau orang taat pajak untuk apa diperiksa lagi kalau dia mau dapat dikurangkan (pengurangan)? Ini harus ketegasan, jadi aparat gak bisa dibiarkan,” tuturnya dalam Bincang Hippindo di Rodenstock Building, Jakarta Barat, Selasa (16/1).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

“Kita perlu orang bernyali, Ganjar dan Mahfud ini. Perlu ada tekanan keras. Soal pajak ini hal-hal normatif kita tahu, tapi di lapangan gak mudah. ​​Perlu orang yang integritas untuk menangani orang-orang pajak. Kalau gak, ya balik lagi, dipermainkan lagi, makin taat pajak makin diperiksa,” tegas Hotasi.

Selain urusan pajak, Hotasi menyinggung tentang ribetnya birokrasi untuk perizinan bisnis. Menurutnya, birokrasi yang ribet hingga regulasi yang sering berubah menjadi masalah yang kudu diatasi.

Terlebih lagi, ia terang-terangan menyebut ada oknum aparat di pemerintahan yang bertindak selayaknya preman.

“Sebagai ritel, paling gak ada satu atau dua mengalami tantangan, banyak banget ya? Biaya logistik, regulasi berubah, kerjaan kita jadi melobi terus nih. Melobi ke satu kementerian, kementerian lain harus dilobi juga,” curhat Hotasi.

“Masalah bapak (pengusaha) adalah musuh dia (Ganjar-Mahfud). Sikat pungli, premanisme bukan hanya orang ini loh, aparat juga preman. Diputar-putar saja hukum. Kadang kita pendakwa bisa dibalik jadi tergugat. Mahfud terbukti sebagai hakim, apalagi Ganjar pak,” tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(skt/sfr)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *