• Januari 17, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Direktur Pelayanan dan Bisnis Transjakarta Fadly Hasan mengungkapkan alasan perubahan nama puluhan berhenti yang ada di 13 koridor bus.

Ia mengatakan perubahan nama halte itu dilakukan salah satunya karena mempertimbangkan layanan integrasi.

“Pertimbangan pertama tentunya dari segi layanan, sehingga pelanggan kita mendapatkan informasi dan keakuratan informasi. Dalam perjalanan kita ini, banyak aspek yang terjadi, perubahan nama halte terkait dengan integrasi,” kata Fadly di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/1) .

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Dengan adanya integrasi itu, katanya, nama beberapa halte berubah. Seperti Halte BNN yang kini terintegrasi dengan stasiun LRT Cawang, kemudian diubah menjadi Halte Cawang.

“Kedua, sebagai kota global tentunya akurasinya jadi sangat penting. Jadi kita ubah nama itu mengikutinya, sesuai dengan daerahnya,” ujarnya.

“Ketiga, itu terkait netralisasi, misalnya ada nama-nama tokoh, kemudian kawasan komersial dan lain-lain. Sehingga ketika ke depan kita ingin melakukan halte pemanfaatan, maka tidak ada potensi terjadi tuntutan dari pihak ketiga,” sambungnya.

Fadly mengatakan Transjakarta terus melakukan sosialisasi kepada para pelanggan terkait dengan perubahan nama tersebut. Sosialisasi itu dilakukan melalui media dan pertunjukan keliling terhadap komunitas dan lembaga.

[Gambas:Instagram]

Terlebih lagi, Transjakarta juga melibatkan banyak komunitas sebelum memutuskan mengubah nama sejumlah halte.

Transjakarta sebelumnya mengumumkan daftar perubahan nama halte yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Setidaknya ada 13 koridor yang terdiri dari puluhan halte Transjakarta kini berubah nama.

Perubahan nama halte Transjakarta itu disampaikan melalui akun Instagram resmi @pt_transjakarta pada Jumat, (12/1).

[Gambas:Video CNN]

(lna/pta)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *