• Maret 23, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Bank Sentral Turki menaikkan suku bunga 500 basis point (bps) menjadi 50 persen imbas inflasi yang tak terkendali. Pada Februari 2024, inflasi tahunan menembus 67,1 persen.

Pengumuman mengejutkan ini terjadi pada Kamis (21/3). Bank Sentral Republik Turki (CBRT) menegaskan harus melakukan pengetatan moneter demi prospek inflasi yang semakin parah dan potensi harga melonjak.

Keputusan ini merupakan sinyal yang sangat kuat bahwa Gubernur (Bank Sentral Tukri) Fatih Karahan, mengambil alih jabatan dari Hafize Gaye Erkan yang tiba-tiba meyakinkan dirinya sendiri, bertekad untuk mengendalikan inflasi yang sangat tinggi, kata Analis Senior FX di In Touch Capital Markets Piotr Matys, dikutip dari ReutersJumat (22/3).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Mata uang lira sempat menguat 2 persen dan berada di level 31,9 lira per dolar AS alias bangkit dari penurunan selama berminggu-minggu. Kewajiban dolar Turki terus mengalami kenaikan.

Di sisi lain, kejutan dari Bank Sentral Turki ini terjadi H-10 sebelum pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Para analis melihat sinyal ini bahwa bank sentral tidak bergantung pada segala gangguan politik, serta yakin akan meredam inflasi yang melonjak hampir 70 persen.

“Sikap moneter yang ketat akan dipertahankan sampai terjadi penurunan signifikan dan berkelanjutan dalam tren inflasi bulanan,” ramal Piotr.

Meski inflasi diperkirakan akan turun pada pertengahan tahun 2024, ekspektasinya masih tetap tinggi. Penurunan nilai tukar lira baru-baru ini ditambah anjloknya cadangan devisa meningkatkan ekspektasi akan kenaikan suku bunga lebih lanjut di masa depan.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Mehmet Simsek pada awal bulan ini berjanji membantu bank sentral mengurangi inflasi. Terlebih, stimulus fiskal menurun secara signifikan setelah pemilu pada Mei 2023 yang dimenangkan Recep Tayyip Erdogan.

[Gambas:Video CNN]

(skt/pta)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *