• Oktober 26, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Bursa saham Amerika Serikat (AS), wall street, anjlok dalam aksi jual pada perdagangan, Rabu (25/10) karena imbas imbal hasil obligasi yang menguat dan peluang suku bunga akan lebih tinggi.

Mengutip Reuters, Kamis (26/10), Dow turun 105,45 poin atau 0,32 persen menjadi 33.035,93. S&P 500 kehilangan 60,91 poin atau 1,43 persen menjadi 4.186,77 dan Nasdaq Composite turun 318,65 poin atau 2,43 persen menjadi 12.821,22.

Indeks acuan S&P 500 mencatat penurunan harian kelima dalam enam hari dan ditutup di bawah level 4.200 yang diawasi ketat. Nasdaq Composite merosot ke persentase satu sesi terbesar sejak 21 Februari, dengan megacaps yang sensitif terhadap suku bunga yang membebani indeks teknologi ini.

Dow Jones Industrial Average ditutup sedikit lebih rendah. “Pendapatan beragam dan itu menyebabkan beberapa masalah, tetapi masalah sebenarnya tetap pada imbal hasil (Treasury) yang tidak menunjukkan tanda pelemahan,” kata Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group di Omaha.

Pekerja melihat pergerakan saham dari layar monitor di Wall Street di New York City. Foto: Eisele / AFP
Pekerja melihat pergerakan saham dari layar monitor di Wall Street di New York City. Foto: Eisele / AFP

Imbal hasil Treasury 10 tahun naik setelah data penjualan rumah baru yang kuat dan tingkat suku bunga mencapai level tertinggi dalam 23 tahun memicu kekhawatiran suku bunga naik yang berlangsung lama.

“Perekonomian AS terus menunjukkan kinerja yang kuat,” tambah Detrick. “Itu mungkin salah satu alasan utama mengapa imbal hasil tetap kuat seperti sebelumnya”.

“Pasar obligasi sedang mengendus potensi perekonomian yang lebih baik di masa depan,” lanjutnya.

Momen saat ini menjadi minggu yang penting dalam rilis pendapatan, dengan hampir sepertiga perusahaan di S&P 500 diprediksi akan membukukan hasil kuartal ketiga.

Sejauh ini, 146 dari S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 80 persen telah menghasilkan pendapatan di atas ekspektasi.

Analis saat ini memperkirakan pertumbuhan pendapatan S&P 500 sebesar 2,6 persen yoy untuk periode Juli-September, naik dari 1,6 persen dari awal bulan.

https://www.instagram.com/p/Cy0RqemsOHi


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *