• April 6, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo buka suara soal keterlambatan pembayaran gaji dan THR yang dialami oleh karyawan PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Ia mengatakan keterlambatan tersebut memicu ketidaksesuaian penerimaan dan pengeluaran kas (cash mismatch) PT DI.

“Ada ketidakcocokan (ketidakcocokan uang tunai) antara kontrak dan arus kas mereka,” ujar Kartika di Jakarta, Jumat (5/4) seperti dikutip dari Antara.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Kartika menyampaikan keterlambatan yang mengakibatkan ketidakcocokan uang tunai Hal tersebut terjadi karena masalah proyek yang dikerjakan PT DI sehingga berdampak pada keuangan perusahaan.

Meski terlambat, ia mengatakan PT DI telah melakukan pembayaran THR dan gaji karyawan sehingga permasalahan yang terjadi sebelumnya telah terselesaikan.

“Kemarin sudah menerima pembayaran gaji dan THR,” kata Kartika.

Sebelumnya, beredar informasi karyawan PT DI telat menerima gaji dan THR. PT DI menegaskan, pembayaran THR Idul Fitri 1445 H kepada karyawan yang sebelumnya sempat ramai, telah selesai pada Rabu (3/4).

Sekretaris Perusahaan PT DI Gemma Grimaldi menjelaskan bahwa setelah ramai soal THR dan gaji karyawan PT DI bulan Maret 2024, arahan yang dipimpin oleh Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan mengadakan pertemuan dengan seluruh karyawan pada Selasa (2/4).

Pembayaran THR tersebut, ucap Gemma, sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR bagi pekerja atau buruh di perusahaan yang menyatakan THR wajib dijual oleh pengusaha paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Sementara untuk gaji atau upah bulan Maret 2024 yang belum membayar, Gemma mengatakan bahwa gaji karyawan akan membayar sebelum pekan pertama April 2024 ini berakhir.

[Gambas:Video CNN]

(agt/bac)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *